Semua Orang Bisa Jadi Jurnalis yang Adil

posted in: Jurnalisme Berkeadilan | 2

Keadilan menjadi dambaan setiap orang, tak terkecuali dalam dunia jurnalistik atau yang pada masa lalu disebut pers.

Keadilan dalam jurnalistik menyangkut pemihakan mutlak terhadap kebenaran, jujur dalam meliput dan menayangkan berita, dan proporsional.

Kondisi jurnalistik secara umum saat ini banyak dikeluhkan karena media massa cenderung menjadi bagian oligopoli politik, kurang berpihak para hajat hidup rakyat kebanyakan, dan minim perhatian pada pelestarian dan perbaikan lingkungan hidup.

Sejumlah aktivis muda Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan jurnalis senior terkemuka nasional pendiri Asosiasi Jurnalis Video (AJV) berkolaborasi untuk membuat semua orang bisa menjadi jurnalis yang adil tanpa terikat lagi pada media massa konvensional.

“Sekarang zaman media sosial yang masing-masing orang bisa mempunyai media massanya sendiri,” kata Didik Supriyanto, pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI), pendiri dan mantan pemimpin redaksi detikcom, merdekacom, serta pendiri Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Kolaborasi dilaksanakan dalam pelatihan jurnalistik video untuk jurnalis dan aktivis di Jakarta, Makassar, dan kota-kota lain mulai Maret 2020.

“Pelatihan ini memungkinkan semua orang jadi jurnalis yang adil, terutama yang menggunakan format video untuk televisi serta media sosial,” kata Didik.

2 Responses

  1. Dimas Supriyanto

    Ide yang menarik! Jurnalisme memang tak akan mati hanya berubah bentuk / platform. Tak terhindarkan.

    Program mendesak perlu pelatihan buat teman teman yang sudah piawai tapi belum paham dan mempraktikan aepenuhnya azas azas jurnalisme.

    Sebaliknya perlu pelatihan lagi buat para jurnalis untuk memanfaatkan dan membuat video.

    • eriyawan

      Pelatihan untuk umum segera diumumkan penyelenggaraannya. Dimohon menunggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *